
BANYUWANGI – Ratusan umat Hindu berkumpul dengan khidmat di Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo, Banyuwangi, dalam rangkaian acara Pujawali ke-68 dan perayaan Hari Suci Pagerwesi. ini menjadi momen penting untuk memperkuat ikatan spiritual dan melestarikan tradisi budaya. Rabu (10/09/2025)

Acara yang berlangsung sejak pukul 06.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk perwakilan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, serta seluruh umat dan penyumbang Pura Luhur Giri Salaka. Berbagai rangkaian upacara sakral, seperti Puncak Karya Pujawali yang dipimpin oleh Ida Bopo Pandita Giri Dharma Arsa, Melastri, dan persembahyangan bersama, dilaksanakan dengan penuh ketenangan.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar ritual, melainkan juga wadah untuk menjaga kelestarian alam dan budaya. Pura Luhur Giri Salaka yang berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, menjadi simbol harmoni antara manusia dan alam.
Witiyawanti, S.Pd., Ketua Panitia Pelaksana, dalam sambutannya menyampaikan, “Pujawali ke-68 ini adalah bukti nyata komitmen kita bersama untuk merawat Pura Luhur Giri Salaka sebagai pusat spiritual dan budaya. Kami berharap, semangat kebersamaan ini terus menyala dan menjadi bekal bagi generasi mendatang untuk menjaga warisan leluhur kita.” Tuturnya
Oksan Wibowo, S.Ag., perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, menegaskan dukungan penuh pemerintah. “Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sangat mengapresiasi dan mendukung penuh pelaksanaan upacara ini. Perayaan Pujawali dan Pagerwesi ini memperkaya khazanah budaya Banyuwangi, serta menjadi contoh bagaimana toleransi dan kerukunan umat beragama dapat terjalin dengan indah.” Ucapnya.
Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari instansi pemerintah terkait, seperti Camat Tegaldlimo, Kapolsek Tegaldlimo, Danramil Tegaldlimo, dan Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian tradisi dan lingkungan.
Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo menyampaikan, “Kami bangga bahwa Pura Luhur Giri Salaka menjadi bagian dari Taman Nasional Alas Purwo. Keberadaan pura ini membuktikan bahwa spiritualitas dan alam dapat hidup berdampingan. Kami akan terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan, sehingga tempat suci ini dapat terus menjadi oase bagi umat dan alam.” Pungkasnya.
Upacara Pujawali dan Pagerwesi di Pura Luhur Giri Salaka ditutup dengan khidmat, meninggalkan kesan mendalam akan pentingnya menjaga tradisi, toleransi, dan keharmonisan dengan alam. (Bangun)
