
BANYUWANGI – Sebuah tonggak sejarah baru dalam upaya pelestarian budaya dan penguatan toleransi di Indonesia. Joglo Merah Putih Nuswantoro di Dusun Tegalsari Lor, Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Digagas dan didirikan oleh Mayor Marinir Wiranoto, S.H., M.H., M.Si., bangunan ini berdiri sebagai manifestasi nyata dari filosofi yang menyatukan akar budaya Jawa, semangat perjuangan hidup, serta komitmen mendalam terhadap kerukunan beragama. Rabu (26/11)
Joglo Merah Putih Nuswantoro melampaui fungsi bangunan biasa. Secara filosofis, ia dibangun di atas tiga pilar utama, Arsitektur yang memadukan gaya klasik dan kontemporer mencerminkan perjalanan hidup Mayor Marinir Wiranoto, S.H., M.H., M.Si., di mana nilai spiritualitas dan pengalaman menjadi landasan untuk penghargaan terhadap proses kehidupan.
Pusat Edukasi Budaya dan Toleransi: Joglo ini dirancang sebagai ruang meditasi dan edukasi, yang mengajarkan nilai-nilai luhur budaya Jawa dan sejarah perjuangan, sekaligus menekankan pelajaran pentingnya menerima dan merayakan keberagaman.
Wujud Nyata Keberagaman Indonesia: Yang paling menonjol adalah fasilitas di dalamnya. Joglo Merah Putih Nuswantoro dilengkapi dengan tempat-tempat ibadah yang berdampingan: Candi sekaligus pura mushola dan gereja. Kehadiran fasilitas ini menegaskan peran Joglo sebagai ruang yang terbuka dan menerima bagi tamu dari berbagai keyakinan untuk menjalankan ibadah, menjadikannya model kerukunan umat beragama.
Mayor Marinir Wiranoto, S.H., M.H., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran fasilitas ibadah lintas iman ini adalah inti dari pesan yang ingin disampaikan. “Joglo ini adalah rumah bagi Indonesia. Ia membuktikan bahwa tradisi Jawa dan pemikiran modern dapat bersatu untuk menciptakan ruang di mana setiap orang, dengan latar belakang spiritual apa pun, merasa dihormati dan diterima,” ujar beliau.
Lebih lanjut, beliau menambahkan, “Melihat Candi sekaligus pura mushola dan gereja, berdiri harmonis di dalam kompleks Joglo ini adalah visualisasi dari Bhinneka Tunggal Ika. Kami berharap tempat ini menjadi pusat dialog budaya dan agama, serta simbol bahwa persatuan sejati lahir dari penghormatan tulus terhadap perbedaan.”
Mayor Marinir Wiranoto, S.H., M.H., M.Si. (Pendiri dan Penggagas Joglo Merah Putih Nuswantoro) “Joglo Merah Putih Nuswantoro adalah manifesto keberagaman kita. Ketika Anda melihat Candi sekaligus pura mushola dan gereja, berdiri berdampingan di sini, itu adalah visualisasi dari Indonesia yang kami yakini: berbeda dalam tata cara, namun satu dalam tujuan menghadap Yang Maha Kuasa. Toleransi bukan hanya wacana, tapi harus diwujudkan dalam ruang dan fungsi.”
Filosofi Perjuangan dan Budaya. “Arsitektur Joglo ini adalah cerminan perjalanan hidup saya yang penuh perjuangan. Kami memadukan nilai klasik Jawa dengan pemikiran kontemporer untuk membuktikan bahwa tradisi adalah pondasi yang hidup, yang mampu menopang semangat Merah Putih dan menjadikannya relevan di tengah tantangan modern.”
Harapan Kami siapa pun untuk datang ke Joglo ini. Jadikanlah tempat ini sebagai ruang edukasi, ruang meditasi, dan yang terpenting, ruang di mana kita bisa berdialog dan memahami akar budaya serta perbedaan kita. Dari Tegaldlimo, Banyuwangi, kami memancarkan pesan persatuan bagi Nuswantoro.” (Bangun)
