Wajah Baru Jaranan Taruna Sakti: Gebyakan di Tegaldlimo Jadi Simbol Kebangkitan Seni Tradisi

BANYUWANGI – Suara hentakan pecut dan gamelan menggema di Dusun Sumbermulyo. Paguyuban Jaranan Taruna Sakti resmi mengawali kiprahnya di tahun 2026 melalui prosesi Gebyakan sekaligus pengukuhan jajaran pengurus baru. Acara yang berlangsung di kediaman Bapak Supriyadi (Sekdes Tegaldlimo) ini menjadi titik tolak baru bagi pelestarian seni Jaranan di wilayah tersebut. Minggu (04/01/2026)

Penyegaran organisasi ini dipimpin langsung oleh Jumari sebagai Ketua, didampingi oleh Supriyadi sebagai Wakil Ketua, dengan dukungan teknis dari para maestro seni seperti Bapak Sumani di bidang tari dan Bapak Mijan selaku pimpinan yogo.

Kehadiran pengurus baru ini membawa misi besar untuk menjadikan kesenian tradisional sebagai magnet bagi kaum muda di tengah gempuran budaya modern. Kepengurusan ini juga mendapat pengawalan langsung dari Pemerintah Desa melalui pembinaan oleh Gepeng Harianto, SE.

Gepeng Harianto, SE. (Kades Tegaldlimo / Pembina) “Kehadiran Taruna Sakti dengan wajah baru ini adalah bukti bahwa jati diri desa kita tidak luntur. Saya berkomitmen agar Pemerintah Desa selalu mendukung langkah mereka. Harapan saya, pengurus yang baru dilantik ini amanah dan mampu membawa nama baik Tegaldlimo hingga ke kancah yang lebih luas melalui jalur seni.” Ujarnya

Jumari (Ketua Taruna Sakti) “Hari ini bukan sekadar seremoni, tapi langkah awal perjuangan kami. Kami ingin merangkul generasi milenial dan Gen Z agar mereka bangga memiliki budaya Jaranan. Terima kasih atas dukungan Bapak Sekdes selaku tuan rumah dan seluruh tim yang telah bekerja keras untuk hari ini.” Ucapnya.

Supriyadi (Wakil Ketua & Tuan Rumah) “Halaman rumah ini menjadi saksi kekompakan warga Sumbermulyo. Kami ingin Taruna Sakti menjadi rumah bersama bagi siapa saja yang ingin belajar dan mencintai kesenian. Mari kita jaga profesionalitas dan kekeluargaan agar paguyuban ini terus besar.” Cetusnya.

Bapak Sumani (Pelatih Tari) “Potensi anak-anak muda kita sangat luar biasa. Secara artistik, mereka punya bakat alami. Tugas saya adalah mengasah kedisiplinan dan memastikan bahwa setiap gerakan yang mereka bawakan tetap memiliki ruh tradisi yang kuat.” Tndasnya.  (Bangun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *