Memacu Kualitas Genetik Ternak, Kontes dan Bursa Ternak 2026 Digelar di Lapangan Desa Kedungasri

TEGALDLIMO, BANYUWANGI – Peningkatan kualitas sektor peternakan di Kabupaten Banyuwangi terus menjadi prioritas. Hal ini dibuktikan dengan suksesnya penyelenggaraan “Kegiatan Kontes, Pameran, dan Bursa Ternak Tahun 2026” yang dipusatkan di Lapangan Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, pada Selasa (05/05/2026).
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menjadi ajang bergengsi bagi para peternak lokal untuk memamerkan hasil budidaya ternak unggulan mereka. Kehadiran para peserta dari berbagai penjuru wilayah menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mendukung program swasembada daging dan peningkatan mutu genetik melalui teknologi Inseminasi Buatan (IB).
Agus Setyono (Petugas Teknis Keswan) menjelaskan bahwa dalam kontes tahun ini terdapat empat kategori utama yang dilombakan dengan kriteria penilaian yang sangat ketat:
Pedet Hasil IB: Menilai anak sapi hasil kawin suntik dengan fokus pada kesesuaian umur dan pertumbuhan bobot serta kemurnian ciri khas bangsa sapi (Limousin, Simmental, atau Brahman).
Indukan Hasil IB: Menilai sapi betina dewasa berdasarkan rekam jejak reproduksi, performa sebagai ibu (mothering ability), dan kualitas ambing susu.
Calon Kereman Hasil IB: Mencari bibit unggul jantan untuk penggemukan (fattening) yang memiliki kapasitas perut lebar dan potensi konversi pakan menjadi daging yang tinggi.
Kategori Ekstrem: Kategori primadona yang menilai sapi dengan bobot mutlak dan ukuran raksasa, namun tetap menjaga estetika dan kesehatan fisik ternak.
Agus Setyono (Petugas Teknis Keswan) “Kegiatan ini bukan sekadar pameran, melainkan cara kita memvalidasi keberhasilan program Inseminasi Buatan di lapangan. Kami ingin para peternak semakin sadar akan pentingnya pencatatan data genetik, mulai dari kartu IB hingga riwayat kesehatan. Dengan bibit yang unggul dan data yang akurat, nilai ekonomi ternak masyarakat akan jauh lebih tinggi.” (Bangun)