Perkuat Sinergi, Lintas Sektoral Tegaldlimo Gelar Koordinasi Lapangan Antisipasi El Nino dan Pemanasan Global

BANYUWANGI – Menghadapi tantangan perubahan iklim ekstrem dan ancaman fenomena El Nino, jajaran unsur pimpinan kecamatan (Forpimka) Tegaldlimo bersama instansi terkait menggelar rapat koordinasi lapangan pada Jumat pagi (08/05/2026). Kegiatan ini dipusatkan di kawasan persawahan Dusun Sumberdadi, Desa Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi.

Pertemuan strategis ini dihadiri oleh Danramil 0825/09 Tegaldlimo Kapten Inf Edi Supriono, Kapolsek Tegaldlimo AKP Sadimun, S.H., perwakilan Camat Tegaldlimo, Kepala SPTN Alas Purwo, pihak Perhutani, BPP, Korsda, serta para Kepala Desa dan Ketua Gapoktan se-Kecamatan Tegaldlimo.

Langkah Preventif Menghadapi Kemarau Ekstrem, Kapolsek Tegaldlimo, AKP Sadimun, dalam sambutannya menekankan pentingnya kewaspadaan seluruh lapisan masyarakat terhadap dampak El Nino yang dapat memicu kekeringan berkepanjangan.
Senada dengan hal tersebut, Danramil 0825/09 Kapten Inf Edi Supriono menegaskan bahwa kesiapan sarana dan prasarana (sarpras) penanggulangan bencana harus dipastikan dalam kondisi prima. “Kita tidak boleh lalai. Perubahan iklim ini nyata. Personel dan peralatan harus siap siaga kapan pun dibutuhkan untuk memitigasi dampak bencana yang mungkin timbul,” ujar Kapten Inf Edi Supriono.

Mengingat wilayah Tegaldlimo berbatasan langsung dengan kawasan hutan, Kepala SPTN Alas Purwo Wilayah 1, Noviani Utami, S.Hut., M.Sc., menyoroti dua potensi bencana utama: banjir saat cuaca anomali dan kebakaran hutan/lahan (Karhutla). Pihaknya mendorong optimalisasi embung air sebagai cadangan krusial saat musim kemarau.
Beberapa poin penting yang dihasilkan dalam koordinasi ini meliputi: Kesiapan Peralatan: Perhutani dan pihak Alas Purwo telah menyiagakan alat pemadam dan tim reaksi cepat untuk mengantisipasi titik api.
Ketahanan Pangan: Koordinator BPP, Dodik Dwi Anggriawan, memberikan arahan teknis kepada para petani melalui Gapoktan mengenai pola tanam yang adaptif terhadap cuaca ekstrem.
Inovasi Sumber Air: Kepala Desa Kendalrejo, Bapak Jaini, mengusulkan pengkajian mendalam terkait pembuatan sumur bor dengan kedalaman yang tepat agar tetap berfungsi optimal saat debit air tanah menurun.
Kepala Desa Purwoagung, Bapak Senen, mewakili jajaran kepala desa, berharap koordinasi ini tidak berhenti di sini. Diperlukan komunikasi intensif antara pemerintah desa, instansi pengelola sumber daya air (Korsda), dan pihak keamanan guna memastikan distribusi air irigasi tetap merata bagi petani.
Kegiatan yang berlangsung di area terbuka ini diakhiri dengan peninjauan titik lokasi yang dianggap rawan, sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan warga Tegaldlimo di tengah ancaman pemanasan global. (BANGUN)