
BANYUWANGI – Dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan kawasan konservasi, Yayasan Sungai Watch jajaran pimpinan wilayah Kecamatan Tegaldlimo, Balai Taman Nasional Alas Purwo dan berbagai instansi terkait menggelar aksi “Emergency Clean-Up” di Pantai Pancur, Desa Kalipait, Kabupaten Banyuwangi, pada Selasa (06/01/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini difokuskan pada pembersihan sampah pesisir, terutama sampah plastik dan material organik yang terbawa arus laut (sampah kiriman). Aksi ini melibatkan unsur TNI-Polri, Pemerintah Kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, hingga komunitas pemerhati lingkungan Sungai Watch.
Ibu Noviyani Utami (Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I, Balai TN Alas Purwo) “Pantai Pancur adalah salah satu aset berharga TN Alas Purwo yang harus kita jaga keasriannya. Aksi Emergency Clean-Up ini merupakan respon cepat kita terhadap fenomena sampah kiriman yang meningkat. Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari seluruh instansi. Kelestarian alam ini bukan hanya tanggung jawab pengelola, tapi warisan untuk generasi mendatang.” Ujarnya.
AKP Sadimun, S.H. (Kapolsek Tegaldlimo) “Kami dari jajaran kepolisian sepenuhnya mendukung kegiatan ini sebagai bentuk pelayanan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan. Keamanan kawasan wisata tidak hanya soal ketertiban, tapi juga kenyamanan dan kebersihan. Kami berharap sinergi ini terus terjaga demi kondusifitas dan kelestarian wilayah Tegaldlimo.” Ucapnya.
Kapten Inf Edi Supriono (Danramil 0825/09 Tegaldlimo) “TNI selalu siap hadir di tengah masyarakat, terlebih untuk aksi kemanusiaan dan lingkungan seperti ini. Kegiatan ini adalah bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat dan instansi sipil. Melalui kerja bakti ini, kita tunjukkan bahwa dengan gotong royong, beban seberat apa pun—termasuk masalah sampah pesisir—bisa kita atasi bersama dan sebagai pembelajaran bagi kita untuk tidak membuang sampah sembarangan.” Tegasnya.
Plt. Camat Tegaldlimo, Trisetia Supriyanto, S.STP., M.Si.: “Kegiatan ini merupakan bukti nyata kolaborasi antarinstansi di wilayah Tegaldlimo. Kami ingin memastikan bahwa destinasi wisata unggulan kita tetap bersih sehingga nyaman dikunjungi wisatawan. Kesadaran lingkungan ini harus kita mulai dari langkah konkret seperti hari ini, dan pemerintah kecamatan akan terus memfasilitasi gerakan positif semacam ini,” tambahnya.
Manager Area Banyuwangi Yayasan Sungai Watch, Suhardiyanto: “Kami sangat mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dalam aksi darurat ini. Sampah plastik di pesisir adalah ancaman serius bagi biota laut. Dengan turun langsung ke lapangan seperti ini, kita tidak hanya membersihkan fisik pantai, tapi juga memberikan edukasi pentingnya memutus rantai sampah dari hulu ke hilir agar tidak bermuara di laut kita,” pungkasnya. (Bangun)
