
BANYUWANGI – Dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan kawasan konservasi, Yayasan Sungai Watch bersama jajaran pimpinan wilayah Kecamatan Tegaldlimo, Balai Taman Nasional Alas Purwo, dan berbagai instansi terkait menggelar aksi “Emergency Clean-Up” di Pantai Pancur, Desa Kalipait, Kabupaten Banyuwangi, pada Selasa (06/01/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini merupakan respon cepat terhadap tumpukan sampah plastik dan material organik yang terbawa arus laut (sampah kiriman). Aksi kolaboratif ini melibatkan unsur TNI-Polri, Pemerintah Kecamatan, berbagai Dinas terkait di Kabupaten Banyuwangi, hingga relawan lingkungan.
Ketua Yayasan Sungai Watch Manager Area Banyuwangi, Suhardiyanto, mengungkapkan hasil yang mengejutkan dari aksi hari ini. “Dalam waktu beberapa jam, tim gabungan berhasil mengumpulkan sampah sebanyak 3.172 kg atau setara dengan 562 karung. Angka ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman sampah plastik bagi biota laut kita. Kami sangat mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dalam aksi darurat ini. Dengan turun langsung, kita tidak hanya membersihkan fisik pantai, tapi juga mengedukasi pentingnya memutus rantai sampah dari hulu ke hilir agar tidak bermuara di laut kita,” tegasnya.
Ibu Noviyani Utami (Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I, Balai TN Alas Purwo) menambahkan pentingnya menjaga area konservasi: “Pantai Pancur adalah salah satu aset berharga TN Alas Purwo yang harus kita jaga keasriannya. Aksi ini merupakan respon cepat kita terhadap fenomena sampah kiriman yang meningkat. Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh seluruh instansi. Kelestarian alam ini bukan hanya tanggung jawab pengelola, tapi warisan untuk generasi mendatang.” Ucapnya.
Plt. Camat Tegaldlimo, Trisetia Supriiyanto, S.STP., M.Si., menyampaikan dukungannya dari sisi kewilayahan: “Kegiatan ini merupakan bukti nyata kolaborasi antarinstansi di wilayah Tegaldlimo. Kami ingin memastikan bahwa destinasi wisata unggulan kita tetap bersih sehingga nyaman dikunjungi wisatawan. Kesadaran lingkungan ini harus dimulai dari langkah konkret, dan pemerintah kecamatan akan terus memfasilitasi gerakan positif semacam ini.” Ujarnya. (Bangun)
