
BANYUWANGI – Suasana religius dan khidmat menyelimuti Dusun Paluagung, Desa Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo pada malam hari ini. Ratusan warga bersama wali santri memadati halaman Musholla Sunan Ampel untuk merayakan capaian spiritual dalam acara Pengajian Tasyakuran Khotmil Qur’an ke-XXI TPQ Sunan Ampel, Senin (26/01/2026).
Acara yang yang dilaksanakan 25 Januari 2026, dimulai pukul 19.00 WIB ini merupakan tonggak sejarah bagi TPQ Sunan Ampel yang telah dua dekade lebih konsisten membina akhlak anak bangsa. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimcam Tegaldlimo, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta menghadirkan penceramah kondang asal Banyuwangi, KH. Ali Maki Zaini.
Kepala Desa Kendalrejo, Bapak Sarminto Utomo, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas dedikasi pengajar dan antusiasme santri. “Pemerintah desa sangat bangga dengan capaian TPQ Sunan Ampel yang telah mencapai tahun ke-21. Ini bukan sekadar seremoni, tapi bukti nyata pembentukan karakter anak-anak kita melalui Al-Qur’an. Kami berharap bekal ilmu ini menjadi benteng bagi generasi muda Dusun Paluagung di masa depan,” ujar beliau.
Sementara itu, KH. Ali Maki Zaini dalam mauidhoh hasanahnya menekankan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, terlebih menjelang bulan suci. “Al-Qur’an adalah cahaya hidup. Khotmil Qur’an malam ini adalah bekal spiritual kita untuk menyambut bulan Ramadhan. Sebagaimana Al-Qur’an diturunkan di bulan suci, maka mari kita hiasi puasa kita nanti dengan memperbanyak tilawah dan memahami maknanya agar ketakwaan kita sempurna,” pesan KH. Ali Maki Zaini.
Ketua Panitia, K. Imam Tauhid, turut menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat. Beliau berharap dukungan dari wali santri dan masyarakat terus mengalir agar TPQ Sunan Ampel tetap tegak berdiri menyebarkan syiar Islam di wilayah tersebut.
Serda A. Yayad Hidayat, Babinsa Desa Kendalrejo yang hadir memantau jalannya kegiatan, memberikan pernyataan terkait peran penting lingkungan religius terhadap keamanan wilayah. “Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk memastikan acara berjalan aman dan tertib, tetapi juga sebagai bentuk dukungan TNI terhadap pembinaan mental remaja. Generasi yang dekat dengan Al-Qur’an adalah generasi yang memiliki kedisiplinan dan moral yang baik, yang secara langsung akan menjaga kondusifitas desa kita di masa depan,” pungkasnya. (Bangun)
