Babinsa Koramil 0825/09 Tegaldlimo, Monitoring Perayaan Natal di GKAI Dusun Ringinasri Desa Wringinpitu

BANYUWANGI – Semangat kebersamaan dan kedamaian menyelimuti Gereja Kristen Alkitab Indonesia (GKAI) Dusun Ringinasri, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi. Jemaat bersama masyarakat setempat berkumpul dalam penuh khidmat untuk merayakan Natal yang mengusung tema sentral: “Firman Telah Menjadi Manusia dan Tinggal di Antara Kita”. Kamis malam (18/12/2025)

Ibadah yang dimulai pukul 18.00 WIB ini tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Kristiani, tetapi juga menjadi panggung nyata potret toleransi di ujung timur Pulau Jawa. Kehadiran sekitar 260 orang yang mencakup tokoh agama Islam, tokoh agama Hindu, serta warga sekitar, mempertegas bahwa perbedaan keyakinan adalah perekat sosial di Desa Wringinpitu.

Pesan Natal disampaikan secara bernas oleh Pendeta Yusak Sujarwo dari Surabaya. Dalam khotbahnya, beliau menekankan bahwa kehadiran Tuhan di tengah manusia harus dimanifestasikan melalui tindakan kasih nyata kepada sesama tanpa memandang latar belakang.

Pendeta Thomas Subroto (Pimpinan Jemaat GKAI Ringinasri) “Tema Natal tahun ini mengajak kita menyadari bahwa Tuhan hadir dalam kemanusiaan kita. Kami sangat bersyukur dan terharu melihat kehadiran saudara-saudara dari berbagai latar belakang keyakinan. Inilah wujud nyata dari ‘Firman yang tinggal di antara kita’—ketika kita saling mengasihi dan menjaga satu sama lain sebagai satu keluarga besar di Dusun Ringinasri.” Ujarnya.

Bpk. Wasito (Kepala Desa Wringinpitu) “Pemerintah Desa Wringinpitu mengapresiasi tinggi atas terselenggaranya perayaan yang damai ini. Kehadiran lintas tokoh agama malam ini adalah bukti bahwa fondasi kerukunan di desa kita sangat kokoh. Mari kita jadikan momentum Natal sebagai penguat semangat gotong royong untuk membangun Wringinpitu yang lebih harmonis.” Ucapnya.

Serka Wiyono (Babinsa Desa Wringinpitu) “Tugas TNI bukan hanya menjaga keamanan teritorial, tetapi juga memastikan kemerdekaan beribadah bagi setiap warga negara. Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen untuk menjamin harmoni sosial di Tegaldlimo tetap terjaga. Kami bangga melihat warga saling menghormati dalam suasana yang sangat kondusif.” Tuturnya.

Bripda Riyo Erli (Bhabinkamtibmas Desa Wringinpitu) “Kami melaporkan bahwa seluruh rangkaian acara berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Sinergi antara panitia, jemaat, dan pihak kepolisian berjalan sangat baik. Kerja sama seperti inilah yang kita perlukan untuk menjaga kondusivitas wilayah tetap terjaga.” Tandasnya

Acara diakhiri dengan sesi ramah tamah dan dialog santai antarwarga. Kebersamaan yang tercipta di GKAI Ringinasri malam ini menjadi pesan kuat bagi masyarakat luas bahwa di tanah Banyuwangi, keberagaman adalah anugerah yang dirayakan dengan sukacita, bukan sebuah perbedaan yang memisahkan. Tutup (Bangun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *