
Banyuwangi – Pemerintah Desa Purwoagung, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, menutup rangkaian peringatan kemerdekaan dan hari jadi desa dengan megah melalui Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk. Bertempat di Balai Desa Purwoagung, acara tasyakuran dalam rangka HUT Ke-80 Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Desa Purwoagung ke-24 ini sukses menghadirkan Dalang kenamaan, Ki Ichwan Dwi Carito,dari Dusun Polean, Desa Tamansari Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, yang membawakan lakon filosofis, “Begawan Bathara Resi.” Jumat, (03/10/2025), pukul 19.00 WIB
Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimca Tegaldlimo, termasuk Plt. Camat Tegaldlimo, Trisetia Supriyanto, S.STP., M.S.i., Danramil 0825/09 Tegaldlimo, Kapten Inf Gunoto, perwakilan Kapolsek Tegaldlimo, Bripka Yudo Admanto, serta Kepala Desa se-Kecamatan Tegaldlimo. Kehadiran tokoh masyarakat, BPD, LPMD, Pimpinan Instansi, dan seluruh Perangkat Desa Purwoagung menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan di desa ini.
Setelah rangkaian acara resmi yang diawali dengan Pembukaan, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dan Pembacaan Do’a, kemeriahan malam budaya ini dibuka dengan penampilan apik dari Paduan Suara ibu-ibu PKK Desa Purwoagung dan Ibu-ibu Penggerak PKK se-Kecamatan Tegaldlimo. Momen puncak simbolis terjadi ketika Kepala Desa Purwoagung, Bapak Senen, menyerahkan Gunungan kepada Ki Dalang Samur Hadi Carito, menandai dimulainya pagelaran wayang kulit.
Kepala Desa Senen dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian pembangunan desa. Sementara itu, Plt. Camat Tegaldlimo, Trisetia Supriyanto, menyoroti pentingnya kebersamaan serta mengumumkan adanya program Bantuan Sosial (Bansos) untuk masyarakat, yang menjadi kabar gembira di tengah momen tasyakuran.
Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon “Begawan Bathara Resi” ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga sebagai medium pelestarian budaya dan penyampaian pesan moral yang relevan dengan semangat kemerdekaan dan pembangunan desa. Acara ini merupakan wujud rasa syukur sekaligus komitmen Desa Purwoagung untuk terus maju dan melestarikan warisan leluhur.
Ahmad Faishol Marzuki, Ketua Panitia Pelaksana,dalam Sambutannya Mengatakan “Malam ini adalah puncak dari segala upaya dan kerja keras kita bersama. Tasyakuran HUT RI Ke-80 dan Hari Jadi Desa Purwoagung Ke-24 ini terwujud berkat kekompakan seluruh elemen masyarakat. Terima kasih sebesar-besarnya atas partisipasi dan dukungan finansial maupun moril, sehingga kita bisa menikmati malam budaya yang luar biasa ini. Mari kita jaga semangat kebersamaan ini untuk Purwoagung yang lebih maju!” Katanya.
Senen, Kepala Desa Purwoagung “Atas nama Pemerintah Desa dan seluruh warga, saya mengucapkan terima kasih dan rasa syukur yang mendalam. Pagelaran wayang kulit ini adalah wujud syukur kita atas usia ke-80 Republik Indonesia dan usia ke-24 Desa Purwoagung yang semakin matang. Selama ini, kemajuan pembangunan di desa kita terus berjalan, mulai dari infrastruktur hingga peningkatan kesejahteraan. Mari jadikan momen tasyakuran ini sebagai energi untuk terus bersinergi demi Purwoagung yang lebih baik. Dengan penyerahan gunungan ini, mari kita serahkan segala doa dan harapan agar lakon ‘Begawan Bathara Resi’ malam ini membawa berkah bagi kita semua.” Ucapnya.
Trisetia Supriyanto, S.STP., M.S.i., Plt. Camat Tegaldlimo “Kami dari jajaran Forkopimca Tegaldlimo sangat mengapresiasi inisiatif Desa Purwoagung yang secara rutin menggelar acara tasyakuran dengan menjunjung tinggi budaya seperti wayang kulit. Ini adalah cerminan dari masyarakat yang guyub rukun dan mencintai budayanya. Di momen yang penuh syukur ini, selain merayakan Hari Jadi Desa dan Kemerdekaan, kami juga ingin menyampaikan kabar baik. Pemerintah saat ini tengah gencar menjalankan Program Bantuan Sosial (Bansos) untuk meringankan beban masyarakat. Kami harap masyarakat Purwoagung dapat aktif memanfaatkan program-program pemerintah untuk kesejahteraan bersama. Dirgahayu Republik Indonesia! Jayalah Desa Purwoagung!” Tandasnya (Bangun).
