Danramil 0825/09 Tegaldlimo, Bersama Camat, Tinjauan Lokasi (Survei Lahan) pembangunan KOPERASI DESA MERAH PUTIH (KDMP)

BANYUWANGI — Komitmen serius Pemerintah Kecamatan Tegaldlimo untuk mewujudkan kemandirian ekonomi desa ditunjukkan melalui kegiatan Tinjauan Lokasi (Survei Lahan) pembangunan KOPERASI DESA MERAH PUTIH (KDMP) Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB ini secara simultan menyasar 9 (sembilan) lokasi di desa-desa se-Kecamatan Tegaldlimo. Kehadiran KDMP di setiap desa diharapkan dapat menjadi pondasi baru sentra ekonomi masyarakat di tingkat paling bawah. yang dilaksanakan. Rabu, (12/11/2025).

Sembilan Lokasi Strategis Disurvei, Sembilan desa yang menjadi target pembangunan KDMP dan lokasi lahannya disurvei meliputi:

Desa Tegaldlimo, Desa Wringinpitu, Desa Kedunggebang, Desa Kedungwungu, Desa Kedungasri, Desa Kalipait, Desa Kendalrejo, Desa Purwoasri, Desa Purwoagung

Danramil 0825/09 Tegaldlimo, Kapten Inf Gunoto, M.S.i., menyatakan dukungan penuhnya. “TNI siap mengawal setiap upaya pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Keberadaan koperasi yang kuat akan memperkuat ketahanan ekonomi wilayah. Kami bersama para Babinsa akan mendampingi Kades dan masyarakat untuk menjamin kelancaran dan keamanan proses pembangunan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Plt. Camat Tegaldlimo, Trisetia Supriyanto, S.STP., menegaskan, “Tinjauan ini memastikan bahwa kita sudah siap dari sisi lahan. Sembilan titik ini adalah titik awal kebangkitan ekonomi desa di Tegaldlimo. Koperasi ini nantinya harus menjadi rumah bersama bagi warga untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing produk lokal.”

“Kami, para Kepala Desa, berkomitmen untuk mengalokasikan lahan terbaik dan mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif, baik dalam pembangunan fisik maupun kepengurusan. KDMP harus menjadi motor penggerak perekonomian yang dikelola dari desa, oleh desa, dan untuk desa,” kata perwakilan Kades.

“Kami berkomitmen untuk mengalokasikan lahan terbaik dan mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan fisik maupun pemanfaatan koperasi. Harapannya, KDMP dapat menjadi motor penggerak perekonomian desa,” ungkap perwakilan Kades.

Sementara itu, perwakilan Babinsa menyatakan kebanggaannya menjadi bagian dari inisiatif ini, berjanji akan terus mendampingi warga.

“Kami akan terus mendampingi warga dan memastikan bahwa semangat gotong royong tetap menyala. KDMP harus menjadi simbol kemandirian yang benar-benar berasal dari desa untuk kesejahteraan desa,” tutupnya. (Bgn.09)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *