Danramil 0825/09 Tegaldlimo Bersama Forpimka Salurkan Santunan Sembako Bagi Kaum Duafa Di Desa Purwoagung

BANYUWANGI – Semangat kepedulian sosial mewarnai malam pembukaan Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Kecamatan Tegaldlimo. Pemerintah Kecamatan bersama unsur pimpinan daerah lainnya memanfaatkan momentum bulan suci untuk meringankan beban sesama melalui pemberian santunan sembako bagi kaum duafa di Masjid Sabilul Khoir Soponyono, Dusun Gladakkembar, Desa Purwoagung, Senin, (02/03/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 18.30 WIB ini menjadi bukti nyata sinergi antara ibadah ritual dan ibadah sosial. Kehadiran jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Tegaldlimo menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan, terutama di awal bulan puasa.

Acara dibuka dengan pelaksanaan Sholat Isya dan Sholat Tarawih berjamaah yang berlangsung khidmat dengan Imam Ustad Kyai Ma’ruf Al Karhi dan Bilal Bapak Poniman. Usai ibadah, suasana haru sekaligus bahagia tampak saat prosesi penyerahan santunan sembako dilakukan secara simbolis kepada warga yang membutuhkan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Purwoagung, Bapak Senen, mengungkapkan apresiasinya atas bantuan yang diberikan kepada warganya. “Kami selaku Pemerintah Desa sekaligus mewakili shohibul bait, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Santunan ini sangat berarti bagi warga kami yang membutuhkan di awal Ramadhan ini. Semoga bantuan ini menjadi berkah bagi penerima dan menjadi ladang amal bagi Bapak Camat, Kapolsek, Danramil, serta seluruh jajaran yang hadir,” ungkap Bapak Senen.

Danramil 0825/09 Tegaldlimo. Kapten Inf Edi Supriono, turut memberikan pesan terkait ketenangan dalam beribadah dan kepedulian lingkungan. “Keamanan wilayah adalah tanggung jawab kita bersama agar saudara-saudara kita, termasuk para penerima santunan malam ini, dapat menjalankan ibadah dengan tenang. Mari kita jaga lingkungan dari gangguan kamtibmas agar keberkahan Ramadhan dapat kita rasakan secara merata,” tegasnya.

Sebagai puncak acara, Ustad Kyai Ma’ruf Al Karhi dalam tausiyahnya menekankan bahwa esensi Ramadhan adalah kepedulian terhadap sesama. “Ramadhan adalah madrasah bagi kita untuk melatih empati. Memberi santunan kepada kaum duafa bukan sekadar menggugurkan kewajiban sosial, melainkan bentuk nyata dari pembersihan harta. Ingatlah, doa dari mereka yang kita bantu adalah salah satu doa yang paling didengar oleh Allah SWT,” jelas Kyai Ma’ruf.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada Kaum Dhuafa. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan kerukunan umat beragama di Purwoagung. (Bangun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *