
BANYUWANGI – Menandai 53 tahun perjalanan politik yang berakar pada rakyat, Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Tegaldlimo menyelenggarakan tasyakuran khidmat dan panggung gembira. Acara yang dipusatkan di Sekretariat PAC PDI Perjuangan Tegaldlimo (Kediaman Ketua PAC, Bapak Sucipto) ini dihadiri oleh jajaran petinggi DPRD Kabupaten Banyuwangi dan ratusan kader serta simpatisan. Sabtu (17/01/2026). Pukul 09.00 wib
Perayaan ini mengusung tema “Satyam Eva Jayate: Disanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya”, yang mencerminkan keteguhan partai dalam memperjuangkan kebenaran dan kesetiaan kepada tanah air. Puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bapak Sucipto sebagai simbol rasa syukur atas usia ke-53 tahun partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Bapak Sucipto (Ketua PAC PDI Perjuangan Tegaldlimo) “Sebagai tuan rumah, saya merasa bangga melihat kekompakan kader di Tegaldlimo. Tasyakuran ini adalah wujud syukur kita. Sesuai tema hari ini, kita harus terus berdiri tegak untuk rakyat. Kantor sekretariat ini selalu terbuka sebagai rumah aspirasi, karena di sinilah pengabdian kita berakar.” Dalam sambutannya.
Bagus Amerta Dewa, S.M., M.M. (Anggota DPRD Kab. Banyuwangi Fraksi PDI Perjuangan) “Usia 53 tahun adalah bukti ketangguhan PDI Perjuangan dalam melewati berbagai zaman. Melalui panggung gembira ini, kita tunjukkan bahwa politik itu harus membahagiakan rakyat. Kami di Fraksi akan terus memastikan bahwa program-program pemerintah menyentuh langsung kebutuhan warga di akar rumput, khususnya di wilayah Tegaldlimo.” Ucapnya.
I Made Cahyana Negara, S.E. (Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi) “Satyam Eva Jayate—Hanya kebenaran yang berjaya. Pesan ini harus dijiwai oleh setiap kader. Di usia ke-53 ini, mari kita perkuat gotong royong. PDI Perjuangan bukan sekadar partai politik, tapi alat perjuangan untuk menyejahterakan masyarakat Banyuwangi. Tetaplah solid, satu barisan, dan teruslah hadir di tengah-tengah kesulitan rakyat.” Pungkasnya.
Pemotongan tumpeng oleh Ketua PAC Tegaldlimo, Bapak Sucipto didampingi oleh I Made Cahyana Negara dan Bagus Amerta Dewa sebagai simbol sinergi antara struktur partai dan legislatif. (Bangun)

