
Banyuwangi – Musholla Al-Hikmah, Dusun Kedungsumur, Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, dipenuhi oleh lautan jamaah dalam acara akbar bertajuk “Pengajian Akbar dan Sholawatan Bersama Majlis Sholawat Jumus Kalimosodo Banyuwangi.” Acara yang berlangsung sejak pukul 18.00 WIB hingga larut malam ini sukses menjadi momentum kebersamaan dan peningkatan spiritualitas bagi masyarakat Kedunggebang dan sekitarnya. Rabu (14/10/2025)

Kehadiran penceramah kondang, Gus Gendeng dari Kota Kediri, menjadi magnet utama yang menarik ribuan jamaah dari wilayah Kecamatan Tegaldlimo. Selain jamaah, acara ini juga dihadiri oleh unsur penting pemerintah desa dan keamanan setempat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kedunggebang, Bapak Abdulrohman, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif panitia dan antusiasme masyarakat.”Malam hari ini adalah malam yang penuh berkah. Saya bangga melihat kekompakan warga Kedunggebang, khususnya Dusun Kedungsumur, yang begitu antusias menyambut dan menyukseskan acara ini. Pengajian akbar dan sholawatan adalah wadah terbaik untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga kerukunan, dan tentu saja, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita semua. Semoga lantunan sholawat yang kita kumandangkan menjadi penerang bagi desa kita.” Ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Bapak Ustadz Budi, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara yang telah dipersiapkan dengan matang.”Alhamdulillah, berkat dukungan seluruh anggota panitia, kelompok Majlis Sholawat, dan partisipasi Bapak/Ibu sekalian, acara malam ini berjalan khidmat dan tertib. Pengajian ini adalah puncak dari upaya kita bersama untuk membumikan sholawat dan ajaran agama di tengah masyarakat. Kami ucapkan terima kasih kepada Gus Gendeng atas tausiyahnya, serta kepada Bapak Kepala Desa, Bapak Babinkamtibmas, dan Bapak Babinsa atas dukungan penuh dalam menjaga keamanan dan ketertiban.” Ucapnya.
Tausiyah utama disampaikan oleh Gus Gendeng dari Kota Kediri yang berhasil menghipnotis jamaah dengan penyampaian yang renyah namun mendalam mengenai pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW di kehidupan sehari-hari.
“Sholawat itu adalah jembatan cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan berkumpul di majelis-majelis ilmu seperti ini, kita tidak hanya mendapatkan pahala, tapi juga mendapatkan ilmu yang menuntun kita menjadi pribadi yang lebih baik. Jadikan sholawat sebagai nafas, dan ilmu agama sebagai bekal hidup. Jangan lelah berbuat baik, karena kebaikan sekecil apapun akan dicatat oleh Allah SWT.”
Kopka Agus Kusyanto, Selaku Babinsa “Kami mengapresiasi masyarakat yang telah menjaga ketertiban selama acara berlangsung. Sinergi antara tokoh agama, pemerintah desa, dan aparat keamanan sangat penting untuk mewujudkan suasana desa yang aman, damai, dan religius. Semoga semangat persatuan yang terjalin di acara sholawatan ini terus terjaga dalam kehidupan bermasyarakat.” Tandasnya (Bangun)
