Sambut Ramadhan, Desa Kedungasri Gelar Tahlil Akbar. Potret Indah Kerukunan Umat Beragama di Banyuwangi

BANYUWANGI – Suasana khidmat menyelimuti halaman Masjid Al-Amin, Dusun Dambuntung, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi. Ratusan warga berkumpul dalam acara Pengajian Umum dan Tahlil Akbar yang diselenggarakan oleh Jama’ah Yasin Masjid Al-Amin guna menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H. pada Senin malam (02/02/2026).

Acara yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB ini menjadi istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh umat Muslim, tetapi juga tampak kehadiran tokoh dan warga dari umat Hindu setempat. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa moderasi beragama dan harmonisasi sosial di Desa Kedungasri terjalin sangat kuat.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Syubbanul Wathon, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta Tahlil Akbar. Puncak acara diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Zainal Mustofa.

Sunaryo, S.H., Kepala Desa Kedungasri. “Kegiatan malam ini adalah wujud rasa syukur kita menyambut bulan suci Ramadhan. Namun yang lebih membanggakan adalah kehadiran saudara-saudara kita dari umat Hindu di acara ini. Inilah wajah asli Desa Kedungasri; kita berbeda keyakinan, tapi satu dalam persaudaraan dan gotong royong.” Ujarnya.

Sertu Riyaman (Babinsa)  “Tugas kami bukan hanya menjaga keamanan secara fisik, tetapi juga memastikan kerukunan warga tetap terjaga. Melihat jamaah Muslim dan warga Hindu duduk bersama dalam bingkai kegiatan kemasyarakatan seperti ini membuat tugas kami terasa lebih ringan. Sinergitas TNI-Polri akan selalu hadir mendukung kegiatan positif seperti ini.” Ucap Babinsa Kedungasri Sertu Riyaman.

Ustadz Zainal Mustofa, Penceramah. “Ramadhan adalah bulan pembersihan hati. Hati yang bersih adalah hati yang mampu memanusiakan manusia lainnya. Kerukunan yang kalian tunjukkan malam ini adalah ibadah nyata yang harus terus dipelihara di tanah Banyuwangi.” Pungkasnya.

Pelaksanaan pengajian berjalan dengan aman dan tertib. Antusiasme masyarakat menunjukkan kerinduan akan ruang-ruang silaturahmi yang menyejukkan, sekaligus menjadi pesan damai dari pelosok Tegaldlimo untuk Indonesia yang lebih toleran. (Bangun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *