
Banyuwangi – Dinas Pengairan Kabupaten Banyuwangi, sukses menggelar acara sakral dan tradisional “Bubak Bumi 2025” di Dam K Stail Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo. Acara yang dimulai pukul 07.30 WIB ini menandai dimulainya kembali musim tanam dan merupakan simbol kesiapan sistem pengairan untuk mendukung sektor pertanian di wilayah Kecamatan Purwoharjo dan Kecamatan Tegaldlimo. Kamis (30/10/2025)


Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi dan komitmen pemerintah daerah bersama TNI, petani, dan komunitas pengelola air (HIPPA) dalam menjamin ketersediaan air irigasi yang stabil demi mencapai ketahanan pangan.

Riza Al Fahroby, S.T., M.Sc. (Plt. Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi), “Acara Bubak Bumi ini bukan hanya seremonial, tetapi simbol komitmen kuat kita untuk mengelola air irigasi dengan bijak dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, kita menegaskan kesiapan Dam K Stail dan seluruh jaringan irigasi untuk mengairi sawah di Purwoharjo dan Tegaldlimo. Kami berharap, sinergi antara Dinas Pengairan dan para petani, melalui HIPPA, dapat terus terjalin erat demi mewujudkan hasil panen yang melimpah dan meningkatkan kesejahteraan petani.” Ujarnya.
Ilham Juanda (Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi), “Air adalah kunci utama keberhasilan pertanian. Kami sangat mengapresiasi inisiatif Dinas Pengairan ini. Kami di Dinas Pertanian dan Pangan akan terus mendampingi petani, memastikan benih unggul dan teknik budidaya terbaik digunakan. Ketersediaan air yang terjamin berkat Bubak Bumi ini menjadi modal awal kita untuk mencapai target produksi pangan yang lebih tinggi di musim tanam ini dan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional dari Kabupaten Banyuwangi.” Ucap Ilham
Mayor Kav Suprapto (Kasdim 0825 Banyuwangi), “TNI, melalui Kodim 0825, senantiasa siap bersinergi dan mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam memajukan sektor pertanian, khususnya dalam pengamanan dan perawatan infrastruktur pengairan. Air dan pangan adalah isu pertahanan negara yang krusial. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya petani, untuk ikut menjaga dan merawat saluran irigasi. Dengan gotong royong, kita pastikan air mengalir merata dan sawah terairi sempurna.” Ucap Kasdim, Mayor Suprapto.
Riyono Efendi (Ketua Paguyuban HIPPA se-Wilayah Tegaldlimo), Mengatakan “Atas nama seluruh Paguyuban HIPPA di Tegaldlimo, kami menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pengairan. Bubak Bumi memberikan semangat baru bagi kami. Kami siap bertanggung jawab penuh untuk mengelola dan membagi air secara adil dan merata kepada setiap anggota di seluruh wilayah irigasi. Mari kita jaga bersama Dam ini, karena ini adalah urat nadi kehidupan pertanian kita.” Kata Riyono.
Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Tegaldlimo, Bapak Untung, Menyampaikan, Prosesi adat sebagai simbol harapan akan kemakmuran dan berkah bagi musim tanam yang akan datang, menegaskan kembali pentingnya kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat petani dalam menjaga ketersediaan air. Tandasnya. (BANGUN)
