
Banyuwangi – Keluarga besar Haji Susiyanto, S.H., anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menyelenggarakan acara tahlil dan doa bersama untuk memperingati tujuh hari wafatnya Ibunda tercinta, Almarhumah Ibu Hajah Saminah. Senin (01/12/2025) Malam
Acara yang dipenuhi suasana khidmat ini digelar di kediaman duka, Dusun Perangan, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi. Almarhumah Ibu Hajah Saminah diketahui wafat pada hari Rabu, 26 November 2025, dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta seluruh masyarakat yang mengenalnya.
Tahlil tujuh hari ini menjadi momen bagi keluarga dan masyarakat sekitar untuk mendoakan almarhumah agar diterima di sisi Allah SWT dan diampuni segala dosanya.
Perwakilan DPC PKB Kabupaten Banyuwangi . “Kami segenap jajaran DPC PKB Kabupaten Banyuwangi menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Hajah Saminah. Almarhumah adalah sosok Ibu yang telah mendidik kader terbaik kami, Bapak Haji Susiyanto. Kami mendoakan semoga almarhumah husnul khotimah, dan keluarga yang ditinggalkan, khususnya Bapak Susiyanto, diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. Semangat perjuangan Bapak Susiyanto tentu tidak lepas dari doa dan restu Ibunda tercinta.” Ujarnya.
Perwakilan DPRD Kabupaten Banyuwangi . “Atas nama lembaga DPRD Kabupaten Banyuwangi, kami turut merasakan duka yang mendalam. Kehilangan seorang Ibu adalah kehilangan besar. Kami mengenal Bapak Haji Susiyanto sebagai wakil rakyat yang gigih dan berdedikasi. Kami yakin, ketulusan Ibu Hajah Saminah selama hidup akan menjadi penerang jalan bagi almarhumah. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima, dan Bapak Susiyanto beserta keluarga diberikan keikhlasan.” Ucapnya
Bapak Haji Susiyanto, S.H. (Anggota DPRD Fraksi PKB, Putra Almarhumah). “Saya mewakili keluarga besar mengucapkan terima kasih yang tak terhingga atas kehadiran, doa, dan dukungan dari seluruh masyarakat, rekan-rekan dewan, dan pimpinan partai pada acara tahlil ini. Kepergian Ibu adalah pukulan terberat bagi kami. Ibu Hajah Saminah adalah guru kehidupan dan sumber kekuatan kami. Kami memohon doa agar Ibu mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT, dan kami sebagai anak-anaknya dapat melanjutkan segala cita-cita baik almarhumah.” Tandasnya (Bangun)
