
BANYUWANGI – Gema talbiyah mengiringi keberangkatan 40 Calon Jamaah Haji (CJH) yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Mukaromah, Selasa sore (12/05/2026). Titik kumpul pemberangkatan dipusatkan di depan Pondok Pesantren Subulul Huda, Desa Kedungsari, Kecamatan Tegaldlimo, pada pukul 17.50 WIB.
Jamaah yang berasal dari wilayah Kecamatan Tegaldlimo dan Muncar ini merupakan bagian dari Kloter 84 Embarkasi Juanda Surabaya. Sebelum bertolak ke Surabaya, rombongan terlebih dahulu menuju Pendopo Kabupaten Banyuwangi untuk mengikuti prosesi pelepasan tingkat kabupaten.
Hadir dalam momentum sakral tersebut jajaran Forpimka Tegaldlimo, tokoh agama, serta keluarga jamaah yang menyemut di lokasi pelepasan.
Ketua KBIHU Al-Mukaromah, H. Mudjahid, mengungkapkan rasa syukur atas keberangkatan ini. “Tahun 2026 ini kami memberangkatkan 40 jamaah. Pesan kami singkat: fokuslah beribadah dan jaga kesehatan agar seluruh rangkaian rukun haji bisa diikuti dengan sempurna hingga kembali sebagai Haji Mabrur,” tuturnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Subulul Huda, KH. Achmad Izzuddin, mengingatkan jamaah mengenai besarnya skala keberangkatan tahun ini. “Bapak dan Ibu adalah bagian dari 43.000 jamaah Embarkasi Surabaya tahun ini. Di tengah jutaan manusia nanti, jagalah kekompakan, saling bantu, dan hiasi ibadah dengan kesabaran,” pesannya.
Sementara itu, Camat Tegaldlimo, Trisetia Supriyanto, S.STP., M.Si., memberikan apresiasi kepada KBIHU Al-Mukaromah yang telah konsisten membimbing jamaah selama 23 tahun terakhir. Dalam sambutannya, ia menitipkan pesan moral kepada para tamu Allah. “Jaga stamina karena haji adalah ibadah fisik. Selain itu, tunjukkan akhlakul karimah sebagai cerminan warga Tegaldlimo yang santun. Jaga nama baik daerah dan KBIHU di Tanah Suci. Selamat jalan, semoga diberi kemudahan hingga kembali ke pelukan keluarga,” tegas Camat Trisetia.
Suasana haru pecah saat bus yang membawa jamaah mulai bergerak perlahan meninggalkan lokasi. Isak tangis dan doa dari sanak keluarga mengiringi keberangkatan para jamaah menuju perjalanan spiritual mereka ke Tanah Suci. (SUGENG PURNOMO)
