Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Tim Penilai Polresta Banyuwangi Evaluasi Kesiapan Satkamling Merah Putih di Tegaldlimo

BANYUWANGI – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polresta Banyuwangi menggelar Lomba Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) tingkat kabupaten. Penilaian krusial dilaksanakan di Poskamling Merah Putih, Dusun Kutorejo RT 022/RW 003, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, pada Senin malam (25/5/2026) mulai pukul 22.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini bertujuan mengecek kesiapsiagaan personel, kelengkapan administrasi, serta peran aktif masyarakat dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) secara swakarsa. Kedatangan Tim Penilai disambut hangat oleh jajaran Forkopimcam Tegaldlimo, pemerintah desa, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Kompol Akhmad Ali Masduki, S.H., M.H. (Kabagsumda Polresta Banyuwangi / Ketua Tim Penilai): “Kami sangat mengapresiasi semangat warga Dusun Kutorejo. Di usia Bhayangkara ke-80 ini, Satkamling merupakan mitra strategis Polri dan benteng pertama keamanan di tingkat desa. Penilaian malam ini meliputi kesiapan personel, kelengkapan pos, hingga simulasi penanganan gangguan Kamtibmas.”
AKP Sadimun, S.H. (Kapolsek Tegaldlimo): “Sinergitas antara Polri, TNI, Pemerintah Kecamatan, dan warga malam ini terlihat begitu nyata. Kami berharap Poskamling Merah Putih ini menjadi percontohan bagi wilayah lain. Lomba ini adalah pemicu motivasi, namun kegunaan utamanya adalah keberlanjutan rasa aman di masyarakat.”
Kapten Inf Edi Supriono (Danramil 0825/09 Tegaldlimo): “TNI melalui Babinsa selalu siap bersinergi dengan Bhabinkamtibmas dan warga untuk membina Satkamling. Melalui momentum HUT Bhayangkara ke-80, mari kita perkuat sistem keamanan lingkungan agar desa tetap kondusif, aman, dan tenteram.”
Supriyono (Kepala Desa Kalipait): “Pemerintah Desa sangat bangga atas ditunjuknya Poskamling Merah Putih sebagai perwakilan lomba. Terima kasih kepada seluruh warga dan tokoh masyarakat yang telah mempersiapkan ini secara swadaya. Yang terpenting, kerukunan dan keamanan kampung kita tetap terjaga.” (Bangun)